10 Kesalahan Freelancer Pemula Yang Harus Diperhatikan!

Banyaknya keuntungan yang didapatkan saat menjadi freelancer. Mulai dari waktu dan tempat bekerja yang fleksibel, mendapatkan penghasilan tambahan, hingga bekerja sesuai dengan minat dan kemampuan yang bisa kamu rasakan sebagai freelancer.

Meskipun menjadi seorang freelancer memiliki banyak keuntungan dan terlihat mudah untuk dijalani, namun faktanya bekerja freelance tidak semudah yang dibayangkan.

Banyak freelancer pemula yang tidak sadar telah melakukan kesalahan kecil maupun besar yang akhirnya berakibat harus kehilangan klien.

Bagi kamu yang kebetulan seorang freelancer pemula dan pernah merasakan hal yang sama seperti yang dijelaskan di atas, berikut ini ada 5 kesalahan yang sering dilakukan oleh freelancer pemula.

1. Tidak melengkapi profil

Suatu keharusan bagi freelancer untuk memiliki profil lengkap karena hal tersebut yang pertama kali dilihat oleh klien.

Sebuah profil umumnya berisi tentang siapa dirimu, kemampuan apa yang kamu miliki, software atau aplikasi apa saja yang kamu kuasai, dsb.

Selain profil, portfolio juga merupakan hal penting yang harus dimiliki oleh freelancer. Jika profilmu belum lengkap (kosong) dan kamu belum memiliki portfolio, klien tidak mungkin melirik apalagi merekrutmu untuk mengerjakan proyeknya.

Modal utama freelancer online adalah profil yang dia buat. Maka dari itu harus meyakinkan. Luangkan waktu untuk menulis CV yang lengkap. Menambahkan foto yang sopan. Dan lampirkan portfolio yang terbaik.

2. Jasa yang akan dijual belum jelas

Banyak orang yang ingin menjadi freelancer namun belum tahu jasa atau kemampuan apa yang akan dijual. Mereka hanya sekedar ingin menjadi freelancer karena mungkin tergoda dengan keuntungan yang akan didapatkan.

Jika seperti itu, pekerjaan yang dikerjakan nantinya tidak akan maksimal dan profesional. Maka dari itu, ketahui dan pahami kemampuanmu dahulu sebelum menawarkannya kepada klien.

3. Terlalu percaya diri

Ada freelancer pemula yang pemalu dan merasa kurang percaya diri, ada juga yang terlalu percaya diri. Keduanya sama buruknya. Yang pemalu harus menaikkan keyakinan dirinya dan yang berlebihan harus meredam ego.

Klien datang dari banyak latar belakang. Karakter mereka berbeda-beda. Pada intinya mereka semua sama; ingin bisa bekerja dengan baik bersama dengan freelancer yang mereka rekrut.

Kebanyakan dari mereka tidak menempatkan diri sebagai boss atau atasan. Tapi lebih seperti partner. Karena itu mereka akan sangat menghargai orang yang bisa diajak kerja sama dengan baik.

Freelancer yang berlebihan dalam menunjukkan kemampuan, riwayat pendidikan dan pengalamannya, biasanya akan membuat klien mundur. Karena kuatir nantinya malah akan menimbulkan clash dalam pekerjaan.

Jadi freelancer yang profesional tahu cara menempatkan dirinya dengan benar.

4. Terlalu banyak mengambil proyek

Beberapa freelancer bisa jadi sangat beruntung karena di awal karir sudah berhasil mendapat banyak klien. Bisa jadi karena profil yang memikat. Portfolio yang bagus. Kalau kamu termasuk freelancer seperti tadi, saya ucapkan selamat. Tapiii .. jangan sampai lupa diri ya.

Dapat banyak proyek itu pasti rasanya luar biasa. Tapi kalau akhirnya tidak ada yang bisa dikerjakan dengan benar dan berantakan semua, kamu sendiri yang menyesal. Kasarannya mungkin bisa dibilang jangan serakah.


Ketahui seberapa banyak yang bisa kamu kerjakan dalam satu waktu. Kamu juga manusia yang butuh istirahat, tidur dan makan.

Pastikan semua proyek yang kamu kerjakan bisa dilakukan dengan maksimal dan optimal. Kalau hasil kerja kamu bagus, proyek yang lain pasti akan datang dengan dengan sendirinya, kok. Jadi jangan kuatir.

5. Harga yang terlalu rendah

Semua orang berhak mendapatkan bayaran sesuai dengan tenaga, keahlian, dan kemampuan yang dikeluarkan. Termasuk juga kamu sebagai freelancer pemula.

Dunia kerja lepas itu kadang bisa jadi kejam. Klien tentu ingin proyeknya dikerjakan dengan baik, dengan biaya serendah mungkin, ini peraturan umum di dunia bisnis apapun.

Nah, saat kamu melamar sebagai freelancer, pastikan kamu menetapkan harga yang tepat untuk diri kamu sendiri.

Beberapa situs freelance menggunakan sistem bid atau lelang. Dimana pekerja freelance yang melamar untuk pekerjaan tertentu bisa jadi menawarkan harga jasa yang rendah. Ini bagus sih, selama memang sesuai dengan jasa yang diberikan.

Nah, jangan sampai kamu banting harga hanya karena ingin mendapatkan pekerjaan tersebut.

Kenapa?

Satu, kamu akan terlihat putus asa dan itu tidak baik untuk reputasi kamu. Kedua, harga jasa rata-rata yang kamu berikan pada klien bisa menjadi patokan untuk harga kamu ke depannya. Jadi, pastikan kamu mendapat pembayaran yang layak.

6. Jangan Mengirim contoh kerja selain portfolio

Mungkin kamu bertanya-tanya, lho kenapa kok jangan? Kan ini bagus untuk meyakinkan klien.

Memang benar. Tapi, ada beberapa klien yang tricky dan tidak jujur. Dengan menyuruh para freelancer yang melamar mengirimkan contoh pekerjaan tertentu yang sebenarnya sudah berupa produk akhir dan bisa di salah gunakan.

Nanti bukannya kamu mendapat proyek malah kamu memberikan kerjaan kamu secara gratis. Jadi pastikan kamu membaca baik-baik isi proyeknya dan seperti apa jobdesc kamu nantinya. Supaya tidak terjebak.

7. Kurang baik komunikasi dengan klien

Tidak sedikit freelancer pemula yang kehilangan klien karena komunikasi yang tidak baik. Misalnya, sangat lama dalam merespons chat atau pesan dari klien serta tidak sopan dan ramah saat berkomunikasi dengan klien.

Tidak hanya itu, miss komunikasi juga sering terjadi lantaran freelancer salah menangkap informasi dari klien sehingga keinginan dan kebutuhan klien sering tidak terpenuhi.

Nah, ada baiknya kamu selalu tanyakan hal yang tidak dimengerti mengenai proyek yang sedang dikerjakan. Selalu juga jaga etikamu saat berkomunikasi dengan klien.

8. Sering menunda pekerjaan

Sering menunda proyek yang sedang dikerjakan merupakan salah satu kebiasaan buruk freelancer. Tidak hanya dalam hal mengerjakan, dalam menyerahkan proyek pun terkadang ditunda.

Hal ini bisa terjadi karena freelancer menganggap deadline yang diberikan masih lama sehingga muncul rasa malas dan akhirnya baru mengerjakan saat mendekati deadline.

Padahal sering menunda pekerjaan merupakan hal yang bisa membuat klien berpikir kalo kamu tidak profesional dalam bekerja.

9. Tidak mempromosikan jasa

Jangan harap kamu akan mendapatkan klien kalo kamu hanya diam saja dan tidak mempromosikan jasamu. Di era digital ini, kamu bisa mempromosikan jasamu melalui media sosial.

Apalagi sekarang banyak situs freelancer yang bisa menjadi sarana untuk kamu yang masih baru di dunia freelance untuk mendapat klien.

10. Gengsi untuk belajar

Saya yakin kamu bukan salah satu dari freelancer tipe ini. Bukti kamu masih membaca artikel ini, itu artinya kamu mau belajar. Mencari tahu seperti apa sih seharusnya kalau ingin jadi pekerja lepas yang baik.

Menjadi freelancer adalah proses belajar tanpa henti. Selalu ada proyek baru. Klien baru. Cara kerja baru. Peluang yang unik yang belum pernah kamu hadapi sebelumnya. Jadi, kemauan untuk belajar adalah keharusan bagi seorang freelancer.

Itu tadi kesalahan yang biasa dilakukan freelance pemula. Apakah kamu pernah melakukan salah satu kesalahan diatas? Jika iya, segeralah perbaiki.

Belum ada Komentar untuk "10 Kesalahan Freelancer Pemula Yang Harus Diperhatikan!"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel